Individu,
Keluarga, dan Masyarakat
A.
Pertumbuhan Indvidu
Individu adalah seorang manusia yang
tidak hanya memiliki peranan khas di dalam
ingkungan sosialnya,melainkan juga
mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku
spesifik dirinya. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif
pada
materil sesuatu
sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif
ini dapat berupa
pembesaran atau pertambahan dari tidak ada menjadi tidak ada, dari
kecil menjadi besar
dari sedikit menjadi banyak, dari sempi t menjadi luas, dan lain-lain.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu,
yaitu:
1.
Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh
yang utuh seperti
kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan
bahwa beberapa
persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan
biologis yang
bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada
yang memiliki karakteristik
fisik yang sama.
2.
Faktor
Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula
pada penghuninya.
Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan
dengan baik dan
mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga.
Namun jika lingkungan
fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan
individu yang lain,
maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3.
Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian
anggotanya. Namun,
tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat
yang memiliki
kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama
juga.
B.
Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga adalah suatu
pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau
oleh keluarga tersebut.
Fungsi keluarga menurut Friedman 1998 (dalam Setiawati &
Santun, 2008) adalah :
a)
Fungsi Afektif
Fungsi afektif adalah fungsi
internal keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga.
Didalamnya
terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan saling
menghargai
antar anggota kelurga.
b)
Fungsi
Sosialisasi
Fungsi sosialisasi adalah fungsi
yang mengembangkan proses interaksi dalam
keluarga. Sosialisasi dimulai sejak
lahir dan keluarga merupakan tempat individu
untuk belajar bersosialisasi.
c)
Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi adalah fungsi
keluarga untuk meneruskan kelangsungan
keturunan
dan menambah sumber daya manusia.
d)
Fungsi Ekomomi
Fungsi ekonomi adalah fungsi
keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya yaitu : sandang,
pangan dan papan.
e)
Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan adalah
fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota
keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
MACAM-MACAM
FUNGSI KELUARGA
A.
Fungsi Pendidikan
Orangtua sebagai anggota keluarga
berfungsi untuk mendidik anak-anak, dengan menyekolahkan mereka sampai ke
jenjang yang tinggi. Selain pendidikan formal, keluarga juga bisa memberikan
didikan informal diluar sekolah.
Hal ini dilakukan Agar kelak mereka
bisa menjadi anak-anak yang berguna bagi keluarganya sendiri maupun bangsa dan
Negara.
B.
Fungsi Religius
Keluarga juga berfungsi memperkenalkan agama atau keyakinan
kepada anak-anak sejak mereka masih kecil. Orangtua wajib menanamkan
nilai-nilai agama kepada anak-anak mereka untuk bekal kehidupan setelah di
dunia ini. Karena harus kita ingat bahwa tidak selamanya manusia hidup di
dunia.
C.
Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi ini harus dijalankan
oleh kepala keluarga. Ayah sebagai kepala keluarga wajib untuk bekerja mencari
nafkah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga.
Namun,
di zaman emansipasi wanita sekarang ini tidak jarang kita lihat ada ibu-ibu
yang
turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai
wanita
karier.
C.
Individu, Keluarga, dan Masyarakat
1.
Individu berasal dari kata latin yaitu
individuum yang artinya tak terbagi yang berati kesatuan yang palinng kecil dan
terbatas.
Menurut Sosiologi individu berdiri manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi :
Menurut Sosiologi individu berdiri manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi :
·
Raga
merupakan jasad manusia dengan ciri khas yang dapat membedakan diri sendiri
dengan individu lainnya.
·
Rasa merupakan perasaan manusia yang dapat
menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang
menyangkut dengan keindahan.
·
Rasio atau akal pikiran merupakan kelengkapan
manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan
dalam diri tiap manusiadan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh
panca indra.
·
Rukun
atau pergaulan hidup merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup
berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai, dan saling melengkapi.
2.
Keluarga berasal dari
bahasa Sansekerta yaitu Kulawarga yang berati anggota adalah lingkungan yaang
terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga merupakan
unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa
orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam
saling ketergantungan.
Keluarga juga dibagi menjadi dua jenis yaitu :
Keluarga juga dibagi menjadi dua jenis yaitu :
·
Keluarga
inti atau keluarga batin yatiu terdiri atas ayah, ibu dan anak.
·
Keluarga
konjugal adalah keluarga yang terdiri atas pasangan dewasa (ayah dan ibu) dan
anak-anak dimana terdapat interaksi dengan kerabat yang luas atas dasar garis
keturunan. Keluarga juga mempunyai peran dan tugas tersendiri. Misalnya, ayah
sebagai kepala keluarga bertugas untuk mencari nafkah, ibu sebagai istri
berperan dalam mengurus rumah tangga, dan anak melaksanakan perannya sesuai
perkembangannya.
3.
Masyarakat berasal dari bahasa Arab yaitu
Syakara yang artinya ikut serta atau partisipasi. Masyarakat adalah suatu
kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat
istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
D.
Hubungan Antara Individu Keluarga dan Masyarakat
spek individu, keluarga, masyarakat dan
kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya
mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga,
masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak
lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu
membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat
mengekspresikan aspek sosialnya.
Di samping itu, individu juga membutuhkan
kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai
potensinya sebagai manusia.
E.
Urbanisasi
Urbanisasi adalah
perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita
semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan
menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah
peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan
jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan,
penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus
segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti
persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari
desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri
dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi
penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk
tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan
penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota
dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk
ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan
lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang
mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun
dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah
beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang
untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
Proses Urbanisasi terjadi Karena
danya dua Faktor Utama :
a.
Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1.
Kehidupan kota yang lebih modern
2.
Sarana dan prasarana kota lebih
lengkap
3.
Banyak lapangan pekerjaan di kota
4.
Pendidikan sekolah dan perguruan
tinggi lebih baik dan berkualitas
b.
Faktor Pendorong Terjadinya
Urbanisasi
1.
Lahan pertanian semakin sempit
2.
Merasa tidak cocok dengan budaya
tempat asalnya
3.
Menganggur karena tidak banyak
lapangan pekerjaan di desa
4.
Terbatasnya sarana dan prasarana di
desa
5.
Diusir dari desa asal
Keuntungan
urbanisasi :
1.
Memodernisasikan
penduduk desa
2.
Menambah pengetahuan penduduk desa
3.
Menjalin kerja sama yang baik antar penduduk
suatu daerah
4.
Mengimbangi masyarakat desa dengan masyarakat
kota
Pertanyaan :
1.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta yaitu….
a.
Kulawarga c. Familly
b.
Individuum d. Syakara
Jawaban : A
2.
Fungsi
internal keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga merupakan pengertian
dari fungsi…
a.
Sosialis c. Ekonomi
b.
Afektif d. Reproduksi
Jawaban : B
3.
Urbanisasi
adalah…
a.
Perpindahan dari kota ke kota
b.
Perpindahan dari satu Negara ke
Negara lain
c.
Perpindahan dari kota ke desa
d.
Perpindahan dari desa ke kota
Jawaban : D
4.
Berikut
merupakan fungsi keluarga menurut Friedman 1998 (dalam Setiawati & Santun,
2008), kecuali…
a.
Sosialis c. Religius
b.
Afektif d. Reproduksi
Jawaban : C
5.
Suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan
kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam
lingkungannya merupakan pengertian dari...
a.
Keluarga c. Individu
b.
Masyarakat d. Urbanisasi
Jawaban : B
Source :
Nama :
Ahmad Al-Ghany Salman
Kelas : 2SA02
NPM :
10613395